BAB V PEMBAHASAN – PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP FRAUD (Studi Empiris Pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Hasanuddin)

Daftar Isi >> Abstrak >> Bab I Pendahuluan >> Bab II Landasan Teori >> Bab III Metoda Penelitian >> Bab IV Tinjauan Umum Objek Penelitian >> Bab V Pembahasan >> Bab VI Penutup >> Lampiran Kuisioner

BAB V

PEMBAHASAN

5.1       Deskripsi Sampel Penelitian

Pengumpulan data untuk keperluan analisis dalam penelitian ini dilakukan melalui penyebaran kuisioner yang disebarkan langsung oleh penulis ke mahasiswa-mahasiswa jurusan akuntansi universitas hasanuddin. Pendistribusian dan pengumpulan kuisioner tersebut dilakukan selama tiga hari berturut-turut sejak tanggal 1 sampai dengan tanggal 3 desember 2010. Dari 100 kuisioner yang disebar terdapat 83 kuisioner yang diterima kembali. Dari jumlah tersebut, maka jumlah kuisioner yang diolah  yaitu sebanyak 83 responden.

Responden dalam penelitian ini yaitu mahasiswa akuntansi universitas hasanuddin makassar angkatan 2007 dan 2008. Mahasiswa akuntansi yang dimaksudkan disini adalah mahasiswa yang telah melulusi dan atau sementara mengambil mata kuliah audit 1, audit 2, dan sistem informasi akuntansi.

Mahasiswa-mahasiswa yang telah memenuhi kriteria-kriteria dimaksudkan oleh penulis dipilih sebagai objek penelitian karena dianggap telah memperoleh informasi awal terkait dengan objek kajian dalam penelitian ini. Oleh karena itu, penulis ingin mengetahui persepsi mahasiswa akuntansi universitas hasanuddin terhadap fraud.Total kuisioner yang disebarkan selama tiga hari yaitu sebanyak 100 kuisioner. Dari 100 kuisioner itu, yang diterima kembali oleh penulis sebanyak 83 kuisioner yang akan diolah sehingga menghasilkan output yang diinginkan dalam penelitian ini. Adapun iktisar pengembalian kuisioner dijelaskan pada tabel 5.1.

Tabel 5.1. Ikhtisar Distribusi dan Pengembalian Kuisioner

No.

Keterangan

Jumlah

Kuisioner

Persentase

1

Distribusi kuisioner

100

100 %

2

Kuisioner tidak kembali

17

17 %

3

Kuisioner kembali

83

83 %

4

Kuisioner bisa diolah

83

83 %

n sample = 83Responden Rate = (83/100) x 100 % = 83 %

Sumber:  Hasil pengolahan data kuisioner, 2010

5.2              Uji Kualitas Data

5.2.1    Uji Validitas Data

Setelah mengumpulkan kuisioner dari responden, kemudian dilakukan uji validitas kembali terhadap data yang diperoleh. Validitas merupakan  ketepatan atau kecermatan suatu istrumen dalam mengukur apa yang ingin diukur sebagaimana yang penulis kutip dari tulisan Saifuddin Azwar pada bab sebelumnya.

Uji validitas ini menggunakan corrected item-total correlation yaitu dengan menghitung korelasi antara butir istrumen dengan skor total. Analisis ini dilakukan dengan cara mengorelasikan masing-masing skor item dengan skor total. Skor total adalah penjumlahan dari keseluruhan item. Item-item pertanyaan yang  berkorelasi signifikan dengan skor total menunjukkan item-item tersebut mampu memberikan dukungan dalam mengungkap apa yang ingin diungkapkan.

Penelitian ini menggunakan alat analisis berupa SPSS 17 (Statistical Package for Social Science 17). Dapat dilihat pada tebel 5.2.

Tabel 5.2. Hasil Uji Validitas Pertama

No.

Item

Corrected Item-Total Correlation

r tabel

Keterangan

1

M1

0,147

0.216

Tidak Valid

2

M2

0,315

0.216

Valid

3

M3

0,439

0.216

Valid

4

M4

0,582

0.216

Valid

5

M5

0,328

0.216

Valid

6

SE1

0,176

0.216

Tidak Valid

7

SE2

0,223

0.216

Valid

8

SE3

0,506

0.216

Valid

9

SE4

0,503

0.216

Valid

10

SE5

0,307

0.216

Valid

11

H1

0,550

0.216

Valid

12

H2

0,607

0.216

Valid

13

H3

0,588

0.216

Valid

14

H4

0,597

0.216

Valid

15

H5

0,346

0.216

Valid

16

AA1

0,476

0.216

Valid

17

AA2

0,457

0.216

Valid

18

AA3

0,420

0.216

Valid

19

AA4

0,543

0.216

Valid

20

AA5

0,460

0.216

Valid

21

AA6

0,441

0.216

Valid

Sumber:  Hasil pengolahan data kuisioner, 2010

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa terdapat dua item yang tidak valid. Hal ini dikarenakan r hitung pada item yang bersangkutan lebih rendah daripada r tabel. Nilai r tabel diperoleh dari jumlah responden yang mengumpulkan  kuisioner sebanyak 83 orang sehingga nilai r tabelnya yaitu 0,216 dan tingkat signifikansi 0,05 dengan uji dua sisi.

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa item yang valid sebanyak 19 item yaitu M2, M3, M4, M5, SE2, SE3, SE4, SE5, H1, H2, H3, H4, H5, AA1, AA2, AA3, AA4, AA5, AA6 yang kemudian seluruh item yang valid tersebut akan kembali diuji validitasnya setelah menghapus item-item yang tidak valid.

Tabel 5.3. Hasil Uji Validitas Kedua

No.

Item

Corrected Item-Total Correlation

r tabel

Keterangan

1

M2

0,281

0.216

Valid

2

M3

0,415

0.216

Valid

3

M4

0,565

0.216

Valid

4

M5

0,332

0.216

Valid

5

SE2

0,166

0.216

Tidak Valid

6

SE3

0,529

0.216

Valid

7

SE4

0,556

0.216

Valid

8

SE5

0,315

0.216

Valid

9

H1

0,535

0.216

Valid

10

H2

0,596

0.216

Valid

11

H3

0,596

0.216

Valid

12

H4

0,615

0.216

Valid

13

H5

0,364

0.216

Valid

14

AA1

0,472

0.216

Valid

15

AA2

0,464

0.216

Valid

16

AA3

0,415

0.216

Valid

17

AA4

0,535

0.216

Valid

18

AA5

0,490

0.216

Valid

19

AA6

0,474

0.216

Valid

 Sumber:  Hasil pengolahan data kuisioner, 2010

               Dari uji validitas yang ke dua diperoleh item yang valid sebanyak 18 item yaitu M2, M3, M4, M5, SE3, SE4, SE5, H1, H2, H3, H4, H5, AA1, AA2, AA3, AA4, AA5, AA6. Hasil uji ke dua ini akan kembali diuji validitasnya setelah menghapus item yang tidak valid.

Tabel 5.4. Hasil Uji Validitas Ketiga

No.

Item

Corrected Item-Total Correlation

r tabel

Keterangan

1

M2

0,268

0.216

Valid

2

M3

0,366

0.216

Valid

3

M4

0,548

0.216

Valid

4

M5

0,333

0.216

Valid

5

SE3

0,546

0.216

Valid

6

SE4

0,583

0.216

Valid

7

SE5

0,317

0.216

Valid

8

H1

0,544

0.216

Valid

9

H2

0,592

0.216

Valid

10

H3

0,601

0.216

Valid

11

H4

0,615

0.216

Valid

12

H5

0,372

0.216

Valid

13

AA1

0,481

0.216

Valid

14

AA2

0,465

0.216

Valid

15

AA3

0,422

0.216

Valid

16

AA4

0,529

0.216

Valid

17

AA5

0,491

0.216

Valid

18

AA6

0,491

0.216

Valid

 

Sumber:  Hasil pengolahan data kuisioner, 2010

Berdasarkan tabel hasil uji validitas di atas, diketahui bahwa seluruh item pertanyaan yang digunakan telah valid, yang ditunjukkan dengan  nilai dari masing-masing item pertanyaan memiliki nilai koefisien korelasi positif dan lebih besar dari pada r tabel.

5.2.2    Uji Reliabilitas Data

Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat ukur dapat diandalkan untuk digunakan lebih lanjut. Hasil uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan koefisien cronbach alpha, dimana istrumen dikatakan reliabel jika memiliki koefisien cronbach alpha sama dengan 0,60 atau lebih.

Tabel 5.5. Hasil Uji Reliabilitas Data

No.

Item

Cronbach’s Alpha if Item Deleted

Cronbach’s Alpha

Keterangan

1

M2

0,86

0.60

Reliabel

2

M3

0,86

0.60

Reliabel

3

M4

0,85

0.60

Reliabel

4

M5

0,86

0.60

Reliabel

5

SE3

0,85

0.60

Reliabel

6

SE4

0,85

0.60

Reliabel

7

SE5

0,86

0.60

Reliabel

8

H1

0,85

0.60

Reliabel

9

H2

0,85

0.60

Reliabel

10

H3

0,85

0.60

Reliabel

11

H4

0,85

0.60

Reliabel

12

H5

0,86

0.60

Reliabel

13

AA1

0,86

0.60

Reliabel

14

AA2

0,86

0.60

Reliabel

15

AA3

0,86

0.60

Reliabel

16

AA4

0,86

0.60

Reliabel

17

AA5

0,86

0.60

Reliabel

18

AA6

0,86

0.60

Reliabel

Sumber:  Hasil pengolahan data kuisioner, 2010

Berdasarkan uji reliabilitas sesuai tabel di atas dapat dikatakan bahwa seluruh item reliabel. Ini bisa dilihat dari keseluruhan item pertanyaan memiliki nilai cronbach alpha diatas 0,60. Sehingga dapat disimpulkan bahwa item-item istrumen penelitian ini handal atau reliabel.

5.3       Analisis Data

Penelitian ini ditujukan untuk melihat bagaimana persepsi mahasiswa akuntansi universitas hasanuddin terhadap fraud. Persepsi mahasiswa ini diukur dengan menggunakan  program SPSS 17 yang terbagi menjadi 21 pertanyaan. Namun setelah melalui  uji validitas dan reliabilitas, maka item pertanyaan kuisioner yang dianggap valid dan reliabel sebanyak 18 item pertanyaan dengan skala likert 1(sangat tidak setuju) sampai dengan 5 (sangat setuju).

Penelitian ini berhasil mendapat 83 orang responden mahasiswa jurusan akuntansi universitas hasanuddin yang mengembalikan kuisioner. Terdiri dari 48 orang responden Mahasiswa dan 35 orang responden Mahasiswi. Item pertanyaan dalam kuisioner terdiri atas 21 pertanyaan yang kemudian dianggap valid sebanyak 18 item pertanyaan dengan  lima pilihan jawaban. Masing-masing pilihan jawaban mempunyai nilai yang akan diolah lebih jauh untuk mendapatkan kesimpulan mengenai persepsi mahasiswa terhadap fraud. Format kuisioner yang penulis gunakan terlampir.

Setelah dilakukan olah data, penulis mendapatkan hasil penelitian. Adapaun hasil penelitian terangkum pada tabel berikut:

Tabel 5.6 Hasil Penelitian Keseluruhan Responden

Responden

Total Skor

Rata-Rata

83 Orang

5763

1338,8

Rata-Rata Total

16,1

Sumber:  Hasil pengolahan data kuisioner, 2010

Setelah melihat tabel hasil penelitian di atas, secara umum dapat disimpulkan bahwa persepsi mahasiswa akuntansi universitas hasanuddin terhadap fraud tergolong baik dengan angka rata-rata 16,1. Hal ini menunjukkan bahwa variasi jawaban responden tidak signifikan.

Meskipun demikian, ada beberapa responden yang memberikan jawaban diluar kecenderugan keseluruhan responden. Menurut penulis, hal ini menarik sebab mengindikasikan ketidakseragaman persepsi mahasiswa akuntansi universitas hasanuddin terhadap fraud . disinilah kelemahan dari penelitian ini, tidak mampu mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang menyebabkan ketidakseragaman persepsi responden terhadap fraud.  Penulis berharap penelitian-penelitian selanjutnya yang terkait dengan objek kajian  dalam penelitian ini dapat  mencari tahu faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab ketidak seragaman tersebut.

5.3.1    Statistik Deskriptif

Untuk mengetahui persepsi Mahasiswa akuntansi universitas hasanuddin terhadap fraud  penulis menggunakan analisis deskriptif,yaitu membagi keseluruhan pertanyaan menjadi empat kelompok berdasarkan perspektif atau sudut pandangnya.

Pertanyaan –pertanyaan tersebut dibagi atas:

1)      Persepsi mahasiswa terhadap fraud dari perspektif Fitrah manusia (pernyataan nomor 2, 5, 6, dan 7)

2)      Persepsi mahasiswa terhadap fraud dari perspektif sosial dan ekonomi (pernyataan nomor 8, 9 dan 12)

3)      Persepsi mahasiswa terhadap fraud dari perspektif hukum (pernyataan nomor 14, 15, 16, 17 dan 21)

4)      Persepsi mahasiswa terhadap fraud dari perspektif akuntansi dan audit (pernyataan nomor 10, 11, 13, 18, 19 dan 20)

5)      Sedangkan pernyataan nomor 1, 3 dan 4 dianggap tidak valid berdasarkan uji validitas dan uji reliabilitas sebelumnya.

5.3.1.1  Perspektif Fitrah Manusia

Sebagai penyimpangan atas fitrahnya sebagai manusia, fraud adalah kelemahan manusia yang paling menyolok. Fraud adalah penyimpangan persepsi moral yang kita sebut kebenaran, keadilan hukum dan kesamaan. Oleh karena itu fraud adalah perilaku yang tidak dapat diterima secara moral  dan pelanggaran atas kepercayaan diri. Dari perspektif ini penulis ingin melihat sejauh mana penadapat mahaiswa akuntansi terhadap fraud dari sudut pandang ini. Berikut adalah tabel yang memperlihatkan jawaban-jawabannya.

Tabel 5.7. Hasil Statistik Deskriptif Perspektif Fitrah Manusia

Item Pernyataan

Sangat Tidak setuju (1)

Tidak Setuju

(2)

Ragu-ragu

(3)

Setuju

(4)

Sangat Setuju

(5)

Skor

Mean

F

%

F

%

f

%

F

%

F

%

M2

0

0

0

0

5

6.0

44

53.0

34

41.0

361

4.35

M3

0

0

3

3.6

15

18.1

46

55.4

19

22.9

330

3.98

M4

2

2.4

10

12.0

32

38.6

29

34.9

10

12.0

284

3.42

M5

1

1.2

5

6.0

15

18.1

35

42.2

27

32.5

331

3.99

MEAN 3.94
Standar Deviasi 0.800

            Sumber: Hasil pengolahan data kuisioner, 2010

Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa rata-rata persepsi mahasiswa akuntansi universitas hasanuddin terhadap fraud adalah positif atau  setuju bahwa fraud merupakan pelanggaran kepercayaan diri atau fiduciary duty. Hal ini terbukti dari rata-rata persepsi mahasiswa akuntansi universitas hasanuddin berada pada posisi 3.94 dengan standar deviasi sebesar 0.800. sehingga dapat dikatakan bahwa fraud menurut jawaban rata-rata responden adalah penyimpangan atas fitrah kemanusiaan.

5.3.1.2  Perspektif Sosial dan Ekonomi

Dari sudut pandang sosial dan ekonomi, fraud dapat menghancurkan hubungan interaksi  manusia dengan manusia lainnya, selain itu fraud juga dapat menghambat pembangunan ekonomi seperti akan kebutuhan dasar karena matinya kepercayaan dan interaksi sosial. Dari perspektif ini penulis memperoleh jawaban seperti yang tertera pada tabel 5.9 berikut:

 Tabel 5.8. Hasil Statistik Deskriptif Perspektif Sosial dan Ekonomi

Item Pernyataan

Sangat Tidak setuju (1)

Tidak Setuju   (2)

Ragu-ragu (3)

Setuju

(4)

Sangat Setuju

(5)

Skor

Mean

F

%

F

%

F

%

F

%

F

%

SE3

0

0

8

9.6

27

32.5

34

41.0

14

16.9

303

3.65

SE4

1

1.2

5

6.0

24

28.9

44

53.0

9

10.8

304

3.66

SE5

3

3.6

5

6.0

29

34.9

30

36.1

16

19.3

300

3.61

MEAN 3.64
Standar Deviasi 0.888

            Sumber: Hasil pengolahan data kuisioner, 2010

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya sebagian besar responden sepakat bahwa fraud dapat membahayakan dua kebutuhan manusia yang paling dasar: kebutuhan untuk kehidupan ekonomi dan kebutuhan untuk kehidupan sosial. Hal ini dapat dibuktikan dengan tingkat rata-rata persepsi mahasiswa terhadap fraud dari perspektif sosial dan ekonomi adalah 3.64 dengan standar deviasi 0.888. hal ini membuktikan bahwa tanpa kebenaran dan kejujuran, kehidupan kita sebagai spesies dalam risiko.

5.3.1.3  Perspektif Hukum

Dari segi hukum, fraud adalah penggabaran kenyataan materi yang salah yang disengaja untuk membohongi orang lain sehinnga orang lain mengalami kerugian ekonomi. Hal ini terjadi disebabkan oleh rendahnya kualitas perundang-undangan, kurang baiknya proses sosialisasi perundang-undangan dan penerapan sanksi yang tidak konsisten. Pendapat responden atas pernyataan ini dapat terlihat pada tebel 6.0 berikut:

            Tabel 5.9.Hasil Statistik Deskriptif Perspektif Hukum

Item Pernyataan

Sangat Tidak setuju (1)

Tidak Setuju (2)

Ragu-ragu (3)

Setuju

(4)

Sangat Setuju

(5)

Skor

Mean

F

%

F

%

f

%

F

%

F

%

H1

1

1.2

7

8.4

24

28.9

35

42.2

16

19.3

307

3.7

H2

0

0

13

15.7

35

42.2

29

34.9

6

7.2

277

3.34

H3

3

3.6

6

7.2

19

22.9

38

45.8

17

20.5

309

3.72

H4

0

0

5

6.0

14

16.9

35

42.2

29

34.9

337

4.06

H5

0

0

2

2.4

15

18.1

48

57.8

18

21.7

331

3.99

MEAN 3.76
Standar Deviasi 0.865

Sumber: Hasil pengolahan data kuisioner, 2010

Tabel di atas menunjukkan banyaknya jumlah responden  yang sepakat bahwa fraud disebabkan  karena masalah hukum yang kurang konsisten diterapkan secara menyeluruh dalam memberantas kasus-kasus yang terkait dengan fraud. Hal ini ditujukkan dengan tingkat rata-rata persepsi mahasiswa jurusan akuntansi universitas hasanuddin terhadap fraud adalah 3.76 dengan standar deviasi sebesar 0.865.

5.3.1.4  Perspektif Akuntansi dan Audit

Dari sudut pandang akuntansi dan audit, fraud adalah penggambaran yang salah dari fakta material laporan keuangan, lemahnya sistem pengendalian dalam organisasi, serta tidak adanya mekanisme pengawasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Dari sudut pandang ini penulis mgembangkan pertanyaan-pertanyaan dalam bentuk pernyataan guna melihat sejauh mana persepsi mahasiswa akuntansi universitas hasanuddin terhadap fraud. Hal ini dapat tergambar dalam tabel 6.1 berikut:

Tabel 5.10. Hasil Statistik Deskriptif Perspektif Akuntansi dan Audit

Item Pernyataan

Sangat Tidak setuju (1)

Tidak Setuju

(2)

Ragu-ragu (3)

Setuju

(4)

Sangat Setuju

(5)

Skor

Mean

F

%

F

%

F

%

F

%

F

%

AA1

0

0

3

3.6

10

12.0

51

61.4

19

22.9

335

4.03

AA2

0

0

3

3.6

10

12.0

50

60.2

20

24.1

336

4.05

AA3

0

0

2

2.4

6

7.2

50

60.2

25

30.1

347

4.18

AA4

0

0

1

1.2

8

9.6

52

62.7

22

26.5

344

4.15

AA5

0

0

3

3.6

16

19.3

41

49.4

23

27.7

333

4.01

AA6

0

0

3

3.6

20

24.1

52

62.7

8

9.6

314

3.78

MEAN 4.03
Standar Deviasi 0.694

               Sumber:  Hasil pengolahan data kuisioner, 2010

Tabel di atas menunjukkan bahwa kebanyakan dari mahasiswa setuju dan sangat setuju bahwa fraud terjadi karena kebocoran atau kelalaian pada sisi akuntansi dan auditnya. Hal ini terlihat dengan jumlah rata-rata persepsi mahasiswa jurusan akuntansi universitas hasanuddin terhadap fraud sebesar 4.03 dengan standar deviasi sebesar 0.694.

Setelah dilakukan analisis deskriptif, penelitian ini Kemudian ingin membuktikan ada tidaknya perbedaan persepsi antara mahasiswa dan mahasiswi akuntansi universitas hasanuddin terhadap fraud. Pengujian ini dilakukan untuk lebih menguatkan kajian teoritis pada bab II sebelumnya.

Untuk mengetahui itu, maka digunakan alat analisis berupa Statistical Product and Service Solution (SPSS) yang kemudian diuji dengan menggunakan Independent Sample T Test.

Adapun hasil dari uji independent sample T test yaitu sebagai berikut :

Tabel 5.11. Hasil Uji  Independent Sample T Test

     

MEAN TOTAL

 

EVA

EVnA

Levene’s Test for Equality of Variances F

.398

Sig.

.530

t-test for Equality of Means T

.168

.167

Df

81

72.197

Sig.(2-tailed)

.867

.867

Mean Difference

-.305

-.305

Std. Error Difference

1.815

1.823

95% Confidence Interval of the Difference Lower

-3.917

-3.940

Upper

3.306

3.329

                       Sumber:  Hasil pengolahan data kuisioner, 2010

 Sebelum dilakukan uji T Test, penulis melakukan uji kesamaan varian (homogenitas) dengan F test(levene’s test) terlebih dahulu. Dari data di atas dapat diketahui bahwa nilai probabilitas (signifikansi) pada penelitian ini sebesar 0.530. Probabilitas ini lebih besar dari standar probabilitas sebesar 0.05. Sehingga kedua varian pada penelitian ini sama. Berdasarkan uji F ini maka dilakukan uji t dengan menggunakan equal variance assumed (diasumsikan kedua varian sama).

Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa nilai uji t berdasarkan equal variance assumed sebesar 0.168. Nilai ini kemudian diperbandingkan dengan t tabel sebesar 1.664 dengan signifikansi 0.05.

Oleh karena nilai t hitung < t tabel (0.168< 1.688) dan P value (0.867> 0.05) diterima, artinya bahwa tidak ada perbedaan persepsi antara mahasiswa dan mahasiswi.

5.4       Deskripsi Lebih Lanjut

Setelah penulis mendistribusikan kuisioner dan sekian banyak responden yang antusias untuk mengisi dan mengembalikannya, banyak dari mereka memiliki kecenderungan jawaban yang sama.

Di dalam penelitian ini, kuisioner yang dibagikan ke responden yaitu mahasiswa-mahasiswa akuntansi universitas hasanuddin tidak hanya pertanyaan-pertanyaan yang bersifat tertutup (pertanyaan tertutup) namun, ada beberapa item pertanyaan dalam kuisioner yang diajukan penulis yang pertanyaannya bersifat terbuka (pertanyaan terbuka). Tujuannya adalah selain inisiatif penulis untuk membuat varian pertanyaan, jawaban-jawaban responden juga diharapkan dapat menguatkan jawaban-jawaban responden yang dipilih sebelumnya dalam pertanyaan tertutup.

Dari sekian banyak jawaban, pada dasarnya responden kecenderungannya sepakat bahwa tindakan fraud itu tidak dapat dibenarkan dan dibolehkan. Dimana dari keseluruhan jumlah responden yaitu 83 orang, sebanyak 54 orang (65,06 persen) responden  mengatakan bahwa fraud itu tidak dapat dibenarkan dan tidak dibolehkan dalam kondisi apapun. 21 orang (25,30 persen) respnden sepakat bahwa fraud itu tidak dapat dibenarkan namun pada kondisi-kondisi tertentu dibolehkan sepanjang tidak terlalu banyak merugikan pihak lain, sejauh batas toleransi yang dibenarkan dan jauh di bawah asumsi materialitas yang ditetapkan. Sedangkan jumlah responden yang kecenderungannya tidak tahu bahwa apakah fraud itu dibolehkan pada kondisi-kondisi tertentu sebanyak 8 orang atau sebesar 9,64 persen saja.

Asumsi lain yang diajukan penulis dalam penelitian ini adalah apakah gaji yang tinggi dapat menekan seseorang untuk melakukan tindakan fraud. Ternyata hampir seluruh responden menjawab bahwa dengan menaikkan gaji karyawan atau pihak manajemen tidak dapat menekan terjadinya korupsi. Hal itu dibuktikan dengan memberi contoh berbagai kasus-kasus korupsi yang kebanyakan terjadi dikalangan petinggi-petinggi perusahan atau sejumlah pejabat-pejabat yang memperoleh fasilitas terbaik di mana dia bekerja.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa masih banyak dari keseluruhan responden yang melek terhadap-kasus-kasus fraud  sebagai sesuatu yang tidak dapat dibenarkan dan harus diberantas. Inilah salah satu tujuan dari kegiatan penelitian ini dimana penulis berharap banyaknya jumlah responden mahasiswa sebagai salah satu elemen masyarakat peka dan tidak boleh menutup mata terhadap tindakan fraud serta ikut serta dalam meningkatkan pemberantasan kasus-kasus fraud yang terjadi disekitar kita.

6 thoughts on “BAB V PEMBAHASAN – PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP FRAUD (Studi Empiris Pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Hasanuddin)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s