BAB IV TINJAUAN UMUM OBJEK PENELITIAN – PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP FRAUD (Studi Empiris Pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Hasanuddin)

Daftar Isi >> Abstrak >> Bab I Pendahuluan >> Bab II Landasan Teori >> Bab III Metoda Penelitian >> Bab IV Tinjauan Umum Objek Penelitian >> Bab V Pembahasan >> Bab VI Penutup >> Lampiran Kuisioner

BAB IV

TINJAUAN UMUM OBJEK PENELITIAN

4.1       Profil Universitas Hasanuddin

4.1.1    Sejarah singkat

 Mengawali berdirinya Universitas Hasanuddin secara resmi pada tahun 1956, di kota Makassar pada tahun 1947 telah berdiri Fakultas Ekonomi yang merupakan cabang Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Jakarta berdasarkan keputusan Letnan Jenderal Gubernur Pemerintah Hindia Belanda Nomor 127 tanggal 23 Juli 1947. Karena ketidakpastian yang berlarut-larut dan kekacauan di Makassar dan sekitarnya maka fakultas yang dipimpin oleh Drs L.A. Enthoven (Direktur) ini dibekukan dan baru dibuka kembali sebagai cabang Fakultas Ekonomi UI pada 7 Oktober 1953 di bawah pimpinan Prof. Drs. G.H.M. Riekerk. Fakultas Ekonomi benar-benar hidup sebagai cikal bakal Universitas Hasanuddin setelah dipimpin acting ketua Prof. Drs. Wolhoff dan sekretarisnya Drs. Muhammad Baga pada tanggal 1 September 1956 sampai diresmikannya Universitas Hasanuddin pada tanggal 10 September 1956.

Di saat terjadinya stagnasi Fakultas Ekonomi di akhir tahun 1950, Nuruddin Sahadat, Prof. Drs. G.J. Wolhoff, Mr. Tjia Kok Tjiang, J.E. Tatengkeng dan kawan-kawan mempersiapkan pendirian Fakultas Hukum swasta. Jerih payah mereka melahirkan Balai Perguruan Tinggi Sawerigading yang di bawah ketuanya Prof. Drs. G.J. Wolhoff tetap berusaha mewujudkan universitas negeri sampai terbentuknya Panitia Pejuang Universitas Negeri di bulan Maret 1950. Jalan yang ditempuh untuk mewujudkan universitas didahului dengan membuka Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat cabang Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) yang resmi didirikan tanggal 3 Maret 1952 dengan Dekan pertama Prof. Mr. Djokosoetono yang juga sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Dilandasi semangat kerja yang tinggi, kemandirian dan pengabdian, Fakultas Hukum yang dipimpin Prof. Dr. Mr. C. de Heern dan dilanjutkan Prof. Drs. G.H.M. Riekerk, dalam kurun waktu empat tahun mampu memisahkan diri dari Universitas Indonesia dengan keluarnya PP no. 23 tahun 1956 tertanggal 10 September 1956.

Langkah usaha Yayasan Balai Perguruan Tinggi Sawerigading untuk membentuk Fakultas Kedokteran terwujud dengan tercapainya kesepakatan antara pihak Yayasan dengan Kementerian PP dan K yang ditetapkan dalam rapat Dewan Menteri tanggal 22 Oktober 1953. Berdasarkan ketetapan tersebut dibentuklah Panitia Persiapan Fakultas Kedokteran di Makassar yang diketuai Syamsuddin Daeng Mangawing dengan Muhammad Rasyid Daeng Sirua sebagai sekretaris dan anggota-anggotanya yaitu J.E. Tatengkeng, Andi Patiwiri dan Sampara Daeng Lili. Pada tanggal 28 Januari 1956, Menteri P dan K Prof. Mr. R. Soewandi meresmikan Fakultas Kedokteran Makassar yang kelak berubah menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin seiring dengan diresmikannya Universitas Hasanuddin pada tanggal 10 September 1956.

Perjuangan dan tekad masyarakat Sulawesi Selatan untuk melahirkan putra bangsa yang berpengalaman teknik mencapai keberhasilannya ketika menteri P dan K RI mengeluarkan SK No. 88130/S tertanggal 8 September 1960 perihal peresmian Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin yang diketuai lr. J. Pongrekun dan sekretaris lr. Ramli Cambari Saka dengan tiga departemen Sipil, Mesin dan Perkapalan. Pada tahun 1963 menyusul terbentuk Departemen Elektronika dan Arsitektur dan lengkaplah Fakultas Teknik sebagai fakultas yang ke-4.

Mendahului SK Menteri PP dan K tanggal 3 Desember 1960 No. 102248/UU/1960 perihal Pembentukan Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin, telah terjadi “peleburan” beberapa unit Program Kursus B.1 dari Yayasan Perguruan Tinggi Makassar ke Universitas Hasanuddin. Yayasan yang diketuai oleh Syamsuddin Dg Mangawing beranggotakan antara lain Prof. G.J. Wolhoff ini adalah pecahan Universitas Sawerigading yang dipimpin oleh Nuruddin Sahadat. Peristiwa “peleburan” Program Kursus B.1 Paedagogik, Sastra Timur dan Sastra Barat ke Universitas Hasanuddin pada tanggal 2 Nopember 1959 tersebut menjadi cikal bakal Fakultas Sastra yang secara resmi terbentuk sesuai SK menteri PP dan K tanggal 3 Nopember 1960.

Menyusul “kelahiran” Fakultas Sastra, lahirlah Fakultas yang ke – 6 yakni Fakultas Sosial Politik sesuai dengan SK Menteri P & K tertanggal 30 Januari 1961 No. A. 4692/U.U.41961, berlaku mulai 1 Februari 1961. Pada awalnya fakultas ini merupakan Perguruan Tinggi Swasta yang bernama Fakultas Tata Praja Universitas 17 Agustus 1945 yang didirikan oleh Mr. Tjia Kok Tjiang yang kelak setelah penegeriannya menjadi pimpinan fakultas didampingi Mr. Sukamto sebagai sekretaris. Pada tanggal 15 Nopember 1962 Mr. Sukamto diangkat sebagai Dekan dan Abdullah Amu menjadi Sekretaris.

Di masa kepemimpinan Rektor A. Amiruddin berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0266/Q/1977 tanggal 16 Juli 1977 Fakultas Sastra diintegrasikan ke dalam Fakultas limu Sosial Budaya bersama Fakultas Ilmu Sosial Politik dan Fakultas Ekonomi. Hal yang sama juga terjadi atas Fakultas Teknik dan Fakultas MIPA yang diintegrasikan menjadi Fakultas Sains dan Teknologi terkecuali Fakultas Hukum yang tidak “rela” berintegrasi dengan Fakultas Ilmu – ilmu Sosial Budaya. Berselang enam tahun kemudian yakni pada tahun 1983 pengintegrasian ini dicabut dengan keluamya PP No. 5 Tahun 1980 yang disusul dengan SK Presiden RI No. 68 Tahun 1982.

Melalui kerjasama dengan IPB Bogor dan atas permintaan Rektor Prof. Arnold Mononutu terbentuklah Panitia Persiapan Pendirian Fakultas Pertanian yang beranggotakan Prof. Dr. A. Azis Ressang, Dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB dan lr Fachrudin, asisten Akhli Fakultas Pertanian IPB. Kerjasama Prof. Ressang dkk dengan Fakultas Pertanian Universitas Indonesia dan IPB membuahkan SK Menteri PTIP RI Prof. Dr. lr. Toyib Hadiwidjaya tertanggal 17 Agustus 1962 dan secara resmi Fakultas Pertanian menjadi fakultas yang ke-7 dalam lingkungan Universitas Hasanuddin.

Gubernur Andi Pangerang Petta Rani dalam rapat tanggal 11 Maret 1963 menunjuk lr. Aminuddin Ressang sebagai ketua sub – panitia kerja Pembentukan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA) resmi terbentuk berdasar surat kawat Menteri PTIP tanggal 8 Agustus 1963 No. 59 1 BM/PTIP/63 disusul SK Menteri No. 102 Tahun 1963 berlaku Tanggal 17 Agustus 1963. Pada tahun 1963 dibentuk Panitia Pendiri Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan di Makassar yang diketuai Syamsuddin Dg Mangawing dengan anggota Andi Pangerang Petta Rani, Drh. A. Dahlan dan Andi Patiwiri. Pada tanggal 10 Oktober 1963 berdiri Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan (FKHP) yang berstatus swasta didekani oleh Drh. Achmad Dahlan dengan Pembantu Dekan I, II masing – masing Drh. Muh. Gaus Siregar dan Andi Baso Ronda, B. Agr.Sc. Terhitung mulai tanggal 1 Mei 1964 fakultas swasta tersebut dinegerikan menjadi Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin meialui SK Menteri PTIP No. 37 11964 Tanggal 4 Mei 1964.

Pendidikan Dokter Gigi berdiri pada tanggal 23 Januari 1969 sebagai hasil kerjasama antara Universitas dengan TNI – AL sebagai hasif rintisan Laksamana Mursalim Dg Mamanggun, S.H. , Rektor Universitas Hasanuddin Let.Kolonel Dr. M. Natsir Said, S.H. serta Drg. Halima Dg Sikati dan diberi nama Institut Kedokteran Gigi Yos Sudarso. Pada tahun 1970 lnstitut ini resmi menjadi Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin dan selanjutnya menjadi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin pada tahun 1983. Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) didirikan pada tangggal 5 Nopember 1982 yang pada awalnya menerima mahasiswa tamatan Diploma Tiga Kesehatan dan nanti pada tahun 1987 FKM Universitas Hasanuddin menerima tamatan SMA. FKM merupakan fakultas yang ke-11 dalam lingkungan Universitas Hasanuddin.

Sebagai realisasi dari pengembangan Pola Ilmiah Pokok (PIP) yang menjadi rujukan orientasi lembaga pendidikan tinggi di Indonesia, maka pada tahun 1988 Universitas Hasanuddin secara resmi membuka program Studi Ilmu Kelautan dengan SK Dirjen Dikti No.19/Dikti/Kep/1988, tanggal 16 Juni 1988. Pada awalnya karena belum ada wadah yang tepat program tersebut berstatus lintas fakultas dan langsung dibawahi rektor. Mengingat sifatnya yang berorientasi kelautan, program ini pada akhirnya dibentuk menjadi Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan dengan menggabungkan jurusan Perikanan ke dalamnya berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.036/0/1996, tanggal 29 Januari 1996.

Pada Dies Natalis yang ke – 25, 17 September 1981 Presiden RI Soeharto meresmikan Kampus Tamalanrea yang pada awalnya dirancang oleh Paddock Inc., Massachustts, AS dan dibangun oleh OD 205, Belanda yang bekerjasama dengan PT. Sangkuriang Bandung di atas tanah seluas 220 Ha.

Sejak dikeluarkannya SK Menteri PP dan K No. 3369/S Tanggal 1 1 Juni 1956 terhitung mulai 1 September 1956 dan dengan PP No. 23 Tanggal 8 September 1956, Lembaran Negara No. 39 Tahun 1956 yang secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden RI Drs. Moh. Hatta pada tangggal 10 September 1956, Universitas Hasanuddin pernah dipimpin oleh sejumlah Rektor yaitu:

1)      Prof. Mr.A.G. Pringgodigdo 1956 – 1957

2)      Prof. Mr. K.R.M.T. Djokomarsaid 1957 – 1960

3)      Prof. Arnold Mononutu 1960 – 1965

4)      Let. Kol. Dr. M. Natsir Said, S.H. 1965 – 1969

5)      Prof. Dr. A. Hafid 1969 – 1973

6)      Prof. Dr. Ahmad Amiruddin 1973 – 1982

7)      Prof. Dr. A. Hasan Walinono 1982 – 1984

8)      Prof. Dr. Ir. Fachruddin 1984 – 1989

9)      Prof. Dr. Basri Hasanuddin, M.A 1989 – 1997

10)   Prof. Dr.Ir. Radi A. Gany 1997 – 2006

11)   Prof. Dr.dr. Idrus A. Paturusi, Sp.BO 2006 – Sekarang

4.1.2    Struktur Organisasi

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0206/0/1995, struktur organisasi Universitas Hasanuddin terdiri atas komponen-komponen sebagai berikut :

1)      Rektor dan Pembantu Rektor

2)      Senat

3)      Dewan Penyantun

4)      Biro Administrasi

5)      Program Pasca Sarjana

6)      Fakultas-Fakultas

7)      Lembaga-Lembaga

8)      Unit-Unit Pelaksana

4.2       Profil Fakultas Ekonomi

4.2.1    Sejarah Singkat

Fakultas Ekonomi didirikan pada tanggal 8 Oktober tahun 1984 di Makassar. Pendiriannya merupakan realisasi Surat Keputusan Letnan Jenderal No. 127 tanggal 23 Juli 1947. Keputusan ini merupakan  rencana desentralisasi Perguruan Tinggi di Indonesia yang telah diterima sebagai pedoman oleh Pemerintah waktu itu. Sebagai cikal bakalnya  ,  pada tanggal 1 September 1947 Drs. L.A.H  Enthoven, diberi tugas mewujudkan “Lergang van de Opleiden van Levaren M. O Economie en Handelswetenschappen met bepetket bevoegdheid“, untuk memenuhi kebutuhan guru-guru Ilmu Ekonomi dan memegang buku bagi Sekolah-sekolah Menengah di Indonesia. Leergang ini dibuka pada tanggal 15 Januari 1948 dengan 16 orang mahasilswa, diasuh oleh 8 orang dosen dengan Drs. L.A.H. Enthoven sendiri sebagai Direktur atau dekan.

Pada tanggal 1 Pebruari 1948, Prof. Dr. J.J Honrath diangkat sebagai Guru Besar dalam mata pelajaran Ilmu Ekonomi, Statistik dan Ilmu Bumi Perekonomian pada Leergan tersebut. Di samping tugasnya sebagai dekan ia diberi pula tugas untuk mewujudkan Fakultas Ekonomi. Demikianlah di sebuah kompleks taman Budaya di Baraya, yang dibeli Pemerintah dari ahli waris Mayor Tionghoa dibangulah Gedung Fakultas Ekonomi, yang kemudian pada tanggal 8 Oktober 2948 dibuka secara resmi dengan dekan pertama Prof. J.J. Honrath pada saat pembukaan terdaftar 36 orang mahasiswa dari Leergang tersebut, dan diasuh oleh 11 orang dosen. Pada tanggal 1 Oktober 1949 jumlah mahasiswa meningkat menjadi 77 orang di mana 8 orang telah menempuh ujian (7 orang di antaranya dinyatakan lulus). Tenaga pengajar tetap pada tahun akademik 1948/1949 – 1949 / 1950 tercatat : Prof. Dr. J.J. Honrath (Dekan), Prof. Mr. Dr.  C.de Heer (Sekretaris disamping pengajar Ilmu Ekonomi Perusahaan ) Prof. Dr. Ph Winkelman (Sejarah Perekonomian), Prof. Dr. J.D.N. Versluys (Ilmu Ekonomi Tropis) ditambah seorang lektor luar biasa dan 8 tenaga pembantu yang diberi tugas mengajar (lesopdracht).

Sejak bulan Mei, Juni dan Juli 1950 kegiatan Fakultas Ekonomi mengalami kemunduran karena adanya kegoncangan yang terjadi akibat perjuangan kemerdekaan di Makassar, sehingga dalam bulan Oktober 1950 Fakultas ini dibekukan oleh pemerintah. Sampai saat pembekuan, terdapat 16 orang mahasiswa yang telah berhasil memperoleh Akte M.O memegang buku dan Ilmu Dagang. Peristiwa pembekuan tersebut dengan dipelopori oleh Nurdin Syahadat, J. Dungga, Tutupoly, D.Ch. Toban, Lahunduitan dan lain-lain menutut dihidupkan-nya kembali Fakultas Ekonomi.

Tuntutan tersebut kemudian diambil masyarakat yang diperkuat oleh Prof. Drs. G.J.Wolhoff, Mr. Tjia Kok Tjiang, J.E. Tatengkang, Syamsuddin Daeng Mangawing, Gubernur Sulawesi Sudiro, dan Walikota Ahmad Dara Syamsuddin. Tuntutan lebih diperluas untuk mendirikan suatu universitas. Usaha ini menghasilkan gentrelemagreement antara Yayasan Balai Perguruan Tinggi Sawerigading, Kementerian PP & K dan Universitas Indonesia di Jakarta di mana berkedudukan di Makassar dengan tahap: Mendirikan Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat diresmikan tanggal 3 1952 berdasarkan SK Menteri PP & K No. 3399 / Kab. Tanggal 30 Januari 1952, membuka kembali Fakultas Ekonomi tanggal 4 oktober 1956 kedua fakultas ini menjajdi cabang dari Universitas Indonesia Jakarta. Fakultas Kedokteran diresmikan pada tanggal 27 Januari 1955 menyusul SK Menteri PP & K No. 32893/Kab. Tanggal 27 April 1955 menyusul peresmian Perguruan Tinggi Pendidikan Guru di Tondano tanggal 1 Maret 1955 berdasarkan SK Menteri PP & K 24511/Kab. Tanggal 28 April 1955; Berdasarkan SK Menteri PP & K 22696/S. Tgl 1 Juni 1956 dan Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 1856 (Lembaga Negara No. 39 Tahun 1956) berdirilah Universitas Hasanuddin yang diresmikan oleh Wakil Presiden Drs. Mohammad Hatta pada tanggal 10 September 1956 dengan keempat fakultas tersebut.

Sebagai Dekan diangkat Prof. Drs. G.J. Wolhoff dibantu oleh Dr. Muhammad Baga sebagai sekretaris. Prof. Wolhoff berusaha keras untuk mendatangkan dosen luar biasa (dosen terbang) dari Universitas Indonesia termasuk dosen-dosen dari Calofornia Scheme, dan berusaha memperjuangkan perumahan dan tunjangan khusus staf pengajar dari Gubernur Sulawesi, (Andi Pengerang Pettarani). Selama Kepemimpinannya ia terus berusaha memikirkan dan mengembangkan Fakultas Ekonomi Makassar.

Setelah Prof. Wolhoff meninggal dunia, Jabatan Dekan berturut-turut diteruskan oleh Drs. A. Hafid (1958-1961), Drs. Miendrowo Prawirodjumeno (1961-1963), Drs. H. Kandou (1963-1965), Drs. Latanro (1965-1968), Drs. Burhamzah (1968 – 1973), dilanjutkan kembali oleh Drs. Latanro (1973-1975). Pada tahun 1975, terjadi perubahan Organisasi ditingkat Universitas di mana Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik serta Fakultas Sastra digabungkan dalam satu Fakultas baru dengan nama Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Budaya (FISBUD). Drs. Latanro menjabat Dekan FISBUD pada periode 1975-1981), dilanjutkan oleh Dr. Ny. Kustiah Kritanto (1981-1985).

4.2.2    Struktur Organisasi

Jajaran pimpinan Fakultas antara lain :

            Dekan                                      :  Prof. DR. Muhammad Ali, SE, MS

            Pembantu Dekan I                  :  DR. Darwis Said, SE, M.SA, Ak

            Pembantu Dekan II                 :  Drs. Andi Baso Siswadarma, M.Si

            Pembantu Dekan III               :  DR. Ria Mardiana, SE, M.Si

            Pimpinan Administrasi antara lain :

            Kepala Bagian Tata Usaha                     :  Drs. Muh. Ari Murti, MM

            Kepala Sub Bagian Akademik               :  H. Nasrun, S.Sos

            Kepala Sub Bagian Umum dan

            Perlengkapan                                          :  Drs. Marsus M. Said

            Kepala Sub Bagian Keuangan dan

            Kepegawaian                                         :  Hermin K. Mangande, S.Sos

            Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan      :  Masse Ahmad, S.Sos

4.3       Profil Jurusan Akuntansi

4.3.1    Sejarah Singkat

Pada periode kepemimpinan Prof. Dr. Hasan Walinono (1982-1984) dan dilanjutkan Prof. Dr. Ir. Fachruddin (1984-1989) barulah Jurusan Akuntansi mulai dirintis pendiriannya, karena pada waktu itu Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial dan Budaya (FISBUD) telah berubah kembali menjadi 3 Fakultas, yaitu Fakultas Sastra, Ilmu Sosial dan Politik, dan Fakultas Ekonomi. Pada waktu itu Dr. Ny. Kustiah Kristanto (1981-1985) menjabat sebagai Dekan. Pada periode ini telah dirintis kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada untuk membina Jurusan Akuntansi di Universitas Hasanuddin. Hasil kerjasama tersebut di atas selama 17 tahun, membuahkan hasil, yaitu diakuinya alumni Jurusan Akuntansi Universitas Hasanuddin mendapat gelar “Akuntan” pada bulan September 1990. Setelah itu Jurusan Akuntansi mulai berkembang hingga saat ini.

Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin merupakan salah satu program studi akuntansi yang tertua di Kawasan Timur Indonesia. Jurusan akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin didirikan pada tahun 1978 yang pada awal penyelenggaraannya bernama program studi Majoring Akuntansi. Awal tahun 1980-an Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin dibina oleh jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada yang dibiayai dari Proyek Pengembangan Pendidikan Akuntansi (P2A) atas bantuan Bank Dunia (World Bank).

Pendirian Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi didasarkan pada kebutuhan dan tuntutan akan ketersediaan tenaga terdidik di bidang akuntansi khususnya di Kawasan Timur Indonesia. Kebutuhan akan tenaga akuntan pada saat itu sangat besar sedangkan kemampuan pendidikan tinggi untuk menyediakan tenaga akuntan sangat terbatas, dimana hanya ada beberapa perguruan tinggi di Indonesia yang berhak mengeluarkan sarjana yang bergelar “Akuntan” sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 54 tahun 1954 tentang pemakaian gelar Akuntan.

Adapun nama-nama Ketua dan Sekretaris Jurusan Akuntansi yang memimpin antara lain:

1)      Prof. Dr. J. Makaliwe / Drs. Sjarlis Ilyas, M.Si, Ak.

2)      Drs.Sjarlis,M.Si,Ak/Dra.Ny.Hj.St.Suheimi,M.Si,Ak & Drs.Abdullah Saud, MBA,

3)      Drs. Mansyur Sain, DESS, Ak / Drs. Mushar Mustafa, MM, Ak

4)      Drs. Rustam Muzakkir, Ak / Drs. Mushar Mustafa, MM, Ak

5)      Drs. Gagaring Pagalung, M.Si, Ak / Drs. M. Natsir Kadir, M.Si, Ak

6)      Drs. A. Yamang Paddere, M.Soc, Sc, Ak / Drs. M. Natsir Kadir, M.Si, Ak

7)      Drs. M. Natsir Kadir, M.Si, Ak / Drs. M. Christian Mangiwa, Ak

8)      Drs. H. Amiruddin, M.Si, Ak / Drs. Syamsuddin, M.Si, Ak

9)      DR.H.Abd. Hamid Habbe,SE,M.Si/Drs.Syahrir,M.Si,Ak (Sekarang)

4.3.2    Fasilitas Jurusan Akuntansi

Pada saat sekarang Jurusan Akuntansi memiliki fasilitas berupa Ruang Kuliah yang ber AC (dalam tahap pengembangan), Laboratorium Komputer, Ruangan Baca Jurusan dan Perpustakaan Fakultas.Untuk memudahkan mahasiswa mengakses informasi Jurusan Akuntansi juga menyiapkan jaringan internet (berupa wireless).

Saat ini Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin telah berhak melaksanakan Pendidikan Profesi Akuntansi berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Dikti No. 2781/ T/ 2004. Program Pendidikan Profesi Akuntansi merupakan pendidikan lanjutan bagi sarjana akuntansi yang ingin mendapatkan gelar akuntan yang merupakan pengganti UU No. 54 tahun 1954 tentang pemakaian gelar akuntan. Saat ini Pendidikan Profesi Akuntansi di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin merupakan satu-satunya pendidikan profesi akuntansi di Indonesia Timur.

7 thoughts on “BAB IV TINJAUAN UMUM OBJEK PENELITIAN – PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP FRAUD (Studi Empiris Pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Hasanuddin)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s