ANALISIS PERSEPSI AKUNTAN TERHADAP STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK (SAK ETAP) – BAB V PENUTUP

Daftar Isi >> Bab I Pendahuluan >> Bab II Tinjauan Pustaka >> Bab III Metode Penelitian >> Bab IV Pembahasan >> Bab V Penutup >> Lampiran Kuisioner

BAB V

PENUTUP

5.1 Simpulan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi akuntan terhadap standar akuntansi keuangan entitas tanpa akuntabilitas publik (SAK ETAP). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu akuntan yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik (KAP) dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang berada wilayah Makassar.

Berdasarkan hasil analisis data penulis mendapatkan beberapa kesimpulan,diantaranya adalah:

  1. Persepsi akuntan terhadap Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) yaitu relevan diterapkan pada lingkup Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal ini dilihat dari rata-rata skor dari responden sebesar 3.52.
  2. Persepsi akuntan terhadap Standar Akuntansi Keuanagn Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) adalah efektif diterapkan pada lingkup Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal ini dilihat dari rata-rata skor dari responden sebesar 3.805.
  3. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara persepsi akuntan publik dengan akuntan manajemen terkait dengan penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

5.2 Keterbatasan Penelitian

Dalam melakukan penelitian ini, penulis menghadapi beberapa keterbatasan penelitian. Pengetahuan teknis yang terbatas merupakan faktor yang paling dominan dalam keterbatasan penelitian ini yang menyebabkan beberapa kekurangan mendasar dalam penelitian ini. Kekurangan-kekurangan itu antara lain alat analisis yang terbatas, penggunaan bahasa yang tidak ilmiah dan beberapa kekurangan lainnya.

Penelitian ini kurang memperhitungkan karakteristik individu yang menjadi responden penelitian. Hal ini kemudian menyebabkan ketidakmampuan penulis dalam menganalisis penyebab jawaban yang bervariasi dari responden untuk pertanyaan-pertanyaan tertentu. Setelah melalui beberapa proses dan membandingkan beberapa literatur, karakteristik individu ternyata memegang peranan penting dalam membentuk persepsi.

Penelitian ini menurut penulis merupakan penelitian awal sehingga referensi-referensi yang terkait dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) masih sangat kurang. Sehingga penulis merasa kesulitan membangun landasan teori yang tepat untuk mendukung penelitian ini.

Masih kurangnya pengetahuan dari akuntan selaku objek dari penelitian ini tentang SAK ETAP juga menjadi kendala dalam penelitian ini. Hal ini disebabkan karena SAK ETAP baru diterbitkan per Juli 2009 dan sosialisasi tentang SAK ETAP masih kurang terutama arus informasi ke daerah Sulawesi Selatan.

Penelitian ini menurut penulis kurang mewakili keseluruhan akuntan yang menjadi objek penelitian dari penelitian ini. Dalam penelitian ini, hanya akuntan publik dan akuntan manajemen yang diteliti sedangkan akuntan pemerintah semisal akuntan yang bekerja di pajak dan akuntan pendidik tidak masuk dalam penelitian ini. Hal ini terjadi dikarenakan waktu penelitian yang terbatas sehingga tidak memungkinkan peneliti meneliti akuntan pemerintah dan akuntan pendidik. Tapi penetapan akuntan publik dan akuntan manajeemen sebagai objek penelitian ini bukan semata hanya karena kemudahan dalam meneliti akan tetapi lebih pada kualitas pengetahuan yang dimiliki terkait dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP).

5.3 Saran

Penelitian ini tidak hanya untuk melihat sejauhmana persepsi akuntan terhadap Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) melainkan juga untuk memberikan informasi betapa pentingnya informasi keuangan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Seperti yang kita ketahui bersama bahwa salah satu tonggak perekonomian bangsa kita tak lepas dari peran UMKM. UMKM-lah yang membantu perekonomian kita bertahan dari serangan krisis ekonomi. Oleh karena itu, melalui penelitian ini, penulis mengajak seluruh insan akademis agar mampu memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah. UMKM selama ini merasa di anak tirikan. Berbagai penelitian lebih condong kepada perusahaan-perusahaan besar. Pemberdayaan UMKM sangatlah penting untuk masa depan perekonomian bangsa Indonesia yang lebih baik.

Adapun secara spesifik saran dari penulis adalah sebagai berikut:

  1. Kepada regulator standar akuntansi keuangan di Indonesia. Melalui penelitian ini semoga menjadi cerminan bahwa untuk membuat suatu standar akuntansi yang berterima umum, aspek pengguna sangatlah essensial. Karena objek dari laporan keungan itu sendiri yaitu pengguna laporan keuangan itu sendiri. Dibutuhkan suatu riset yang lebih mendalam dalam upaya pembuatan standar akuntansi keuangan dan juga melibatkan berbagai macam stakeholder terkait dengan standar tersebut.
  2. Kepada insan akademis yang ingin melanjutkan penelitian ini. Untuk lebih mewakili persepsi akuntan secara keseluruhan maka perlu kiranya akuntan pemerintah dan akuntan pendidik juga dimasukkan dalam objek penelitian. Adapun untuk lebih mengetahui apakah SAK ETAP ini relevan bagi UMKM, sekiranya pelaku UMKM juga dijadikan objek penelitian sehingga akan bisa dilihat kualitas dari SAK ETAP itu sendiri.

2 thoughts on “ANALISIS PERSEPSI AKUNTAN TERHADAP STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS TANPA AKUNTABILITAS PUBLIK (SAK ETAP) – BAB V PENUTUP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s