kontraktor_ancam_tak_lanjutkan_proyek_jalan_di_jatim

Kontraktor Ulung

Tibalah waktunya Kontraktor Besar ini untuk pensiun. Anaknya telah lulus dari salah satu Universitas terbesar di dunia, Harvard University. Anaknya akan menggantikan posisinya mengurusi perusahan besar yang telah dirintisnya dari bawah. Kontraktor ini telah melanglang buana mengerjakan proyek-proyek besar di Indonesia, utamanya proyek jalan. Ia dikenal dengan reputasi besar di mata para kontraktor dan disegani oleh anggota legislatif dan aparat eksekutif. Pensiun adalah hal yang dinantikannya, saatnya untuk menikmati jerih payahnya selama ini.

Anaknya ini adalah anak tunggal. Sang Kontraktor Besar telah mempersiapkan anaknya sesempurna mungkin. Sejak sekolah anaknya telah disekolahkan di sekolah terbaik, fasilitasnya pun dilengkapi selengkap mungkin. Bahkan waktu kuliah di Harvard anaknya ini kuliah di dua jurusan sekaligus, akuntansi dan ilmu politik.

Tibalah waktunya Si Anak untuk menggantikan ayahnya. Dalam satu tahun pertama ia mengubah hampir secara total proses manajemen dan proses operasi perusahaan, serta merekrut teknorat-teknorat terbaik. Hasilnya proyek-proyek jalan yang ia kerjakan kualitasnya meningkat secara drastis. Si Anak Kontraktor Besar ini pun sangat bangga dan akan mengabarkan kesuksesannya ini kepada sang ayah, Sang Kontraktor Besar.

Sang Anak menemui ayahnya di peristirahatannya yang sangat nyaman dan sejuk. Si Anak akan melaporkan keberhasilannya.

Si Anak : Ayah.. saya telah mengelola perusahaan ayah sebaik mungkin, saya telah melakukan revolusi besar-besaran terhadap tata kelola, proses operasi, dan personil diperusahaan ayah. Hasilnya sangat luar biasa, masyarakat memberikan apresiasi besar. Itu karena hasil pekerjaan jalan yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi. Proyek-proyek jalan yang ayah kerjakan sebelumnya yang rusak dan berlubang dimana-mana hanya dalam hitungan bulan. Kini dengan biaya yang sama saya mampu mengerjakan jalan yang tidak akan rusak dalam jangka waktu sepuluh tahun, bahkan lebih.

Si Anak begitu bangga, berharap ayahnya senang dengan semua yang ia lakukan. Dan berharap pujian akan keluar dari mulut ayahnya. Namun ternyata wajah Kontraktor Besar itu menatap dengan tajam, dia sepertinya naik pitam.

Kontraktor Besar : Kamu sangat bodoh… Kamu sangat bodoh… Kamu sangat bodoh… Memangnya kamu selama ini saya sekolahkan disekolah terbaik, saya kuliahkan di universitas terbaik di dunia, selama bertahun-tahun itu biayanya dari mana hah.. Kamu sangat bodoh!!!

Sang Kontraktor Besar berdiri dari kursi goyangnya dan menghentakkan tongkatnya dilantai. Dan meninggalkan Si Anak yang kebingungan.

Satu tahun berikutnya perkataan Sang Kontraktor Besar “Kamu sangat bodoh” kepada anaknya terbukti. Laba perusahaan yang dikelola Si Anak menurun sangat drastis.

tidak sekedar berlubang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s