//
you're reading...
Akuntansi Perpajakan, Hukum Pajak

Contoh Pengisian / Pembuatan Faktur Pajak tahun 2012

GambarGambar

Kali ini saya akan mencoba menjelaskan cara pengisian Faktur Pajak PPN. Diatas telah saya tampilkan contoh Faktur Pajak (1) Orginal (2) Yang telah saya coret-coret nomor penjelasan. Langsung saja kita bahas bagian per bagian:

A. JUMLAH RANGKAP

Faktur Pajak dibuat tiga rangkap atau bisa juga lebih

1. Lembar 1 menunjukkan lembaran itu untuk Pembeli Barang Kena Pajak / Jasa Kena Pajak, untuk lembar selanjutnya Lembar 2 untuk Penjual BKP/JKP, Lembar 3 untuk arsip, 4 asip

2. Pihak yang menyimpan Faktur

B. KODE DAN NOMOR SERI FAKTUR PAJAK

1. Kode Transaksi. Pada faktur diatas lawan transaksinya menggunakan kode 03 berarti masuk kategori pemungut selain bendahara, dalam hal lawan transaksi/pembelinya adalah PT. Pelindo IV (persero) yang merupakan BUMN, yang termasuk sebagai pemungut PPN. Berikut detail daftar kode transaksi:

  • 01 – Untuk ‘Penyerahan kepada selain Pemungut PPN’
  • 02 – Untuk ‘Penyerahan kepada Pemungut PPN Bendaharawan Pemerintah’
  • 03 – Untuk ‘Penyerahan kepada Pemungut PPN Lainnya (selain Bendaharawan Pemerintah)’
  • 04 – Untuk ‘Penyerahan yang menggunakan DPP Nilai Lain kepada selain Pemungut PPN’
    Yang dimaksud DPP dengan Nilai Lain adalah sebagaimana yng dimaksud dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 567/KMK.04/2000 tentang Nilai Lain Sebagai Dasar Pengenaan Pajak sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 251/KMK.03/2002.
  • 05 – Untuk ‘Penyerahan yang Pajak Masukannya diDeemed kepada selain Pemungut PPN’
  • 06 – Untuk ‘Penyerahan Lainnya kepada selain Pemungut PPN’
  • 07 – Untuk ‘Penyerahan yang PPN atau PPN dan PPn BM-nya Tidak Dipungut kepada selain Pemungut PPN’
  • 08 – Untuk ‘Penyerahan yang Dibebaskan dari pengenaan PPN atau PPN dan PPn BM kepada selain Pemungut PPN’
  • 09 – Untuk ‘Penyerahan Aktiva Pasal 16D kepada selain Pemungut PPN’

2. Kode Status. Kode status dari faktur pajak yang dimaksud yakni :

  • 0 (nol) – Untuk status faktur pajak ‘Normal’
  • 1(satu) – Untuk status faktur pajak ‘Pergantian’

3. Kode Cabang. Penentuan kode cabang sebanyak 3 (tiga) digit untuk faktur pajak dibuat mengikuti aturan berikut :

  • Dapat diurutkan menurut cara yang Anda anggap paling mudah, namun untuk penambahan Kode Cabang baru setelah berlakunya Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini Pengusaha Kena Pajak dapat mengurutkan Kode Cabang berdasarkan tanggal pengukuhan masing-masing Kantor Cabang.
  • Kode Cabang pada Kode Faktur Pajak Standar ditentukan sendiri secara berurutan, yaitu diisi dengan kode ’000′ untuk Kantor Pusat dan dimulai dari kode ’001′ untuk Kantor Cabang.
  • Kode Cabang dapat ditambah dan/atau dihentikan penggunaannya karena adanya penambahan dan/atau pengurangan Cabang sesuai dengan perkembangan usaha.
  • Peruntukan Kode Cabang tidak boleh berubah, dan Kode Cabang yang sudah dihentikan penggunaannya tidak boleh digunakan kembali

4. Kode Tahun

Kode Tahun yang digunakan pada Nomor Seri Faktur Pajak Standar ditulis dengan mencatumkan dua digit terakhir dari tahun diterbitkannya Faktur Pajak Standar, contohnya tahun faktur diatas 2012 ditulis ’12′.

5. Nomor Seri Faktur Pajak

Nomor seri Faktur Pajak dimulai dari Nomor Urut 1 (ditulis 6 (enam digit) atau ’000001′) pada setiap awal tahun takwim, yaitu mulai Masa Pajak Januari dan secara berurutan, naun bagi Pengusaha Kena Pajak yang baru dikukuhkan, Nomor Urut 1 dimulai sejak Masa Pajak Pengusaha Kena Pajak dikukuhkan. Bagi Pengusaha Kena Pajak yang memiliki cabang, maka Nomor Urut 1 (satu) dimulai pada setiap awal tahun takwim Masa Pajak Januari pada masing-masing Kantor Pusat dan Kantor-kantor Cabangnya, kecuali bagi Kantor Cabang yang baru dikukuhkan, Nomor Urut 1 dimulai sejak Masa Pajak Pengusaha Kena Pajak dikukuhkan.

Maka sesuai contoh penulisan lengkap format kode faktur pajak yaitu ’010.000-11.000001′ mengandung makna Kode Transaksi ’01′ untuk Penyerahan kepada selin Pemungut PPN, kemudian Kode Status ’0′ untuk faktur pajak ‘Normal’, kemudian Kode Cabang ’000′ untuk Pusat, diikuti dengan Kode Tahun ’11′ untuk Tahun 2011, dan terakhir Nomor Seri Faktur Pajak urutan pertama yakni ’000001′.

Sedikit tambahan mengenai Nomor Urut pada Nomor Seri Faktur Pajak Standar dan tanggal Faktur Pajak Standar yang harus dibuat secara berurutan. Dengan tidak membedakan antara Kode Transaksi, Kode Status Faktur Pajak Standar, atau mata uang yang digunakan dalam transaksi. Faktur yang tidak sesuai urutan kejadian transaksi, dapat dikategorikan sbg faktur pajak yang cacat, dgn demikian dapat dianggap sbg tidak membuat faktur pajak. Sanksi faktur pajak diatur pada pasal 14 ayat (4) UU KUP sebesar 2% dari DPP.

C. PENJUAL BARANG KENA PAJAK / JASA KENA PAJAK

D. PEMBELI BARANG KENA PAJAK / JASA KENA PAJAK

E. NAMA BKP/JKP DAN NOMINAL

F. TANGGAL FAKTUR DAN PENANDATANGAN

About these ads

About adriansyahnantu

Terima kasih telah berkunjung di Blog sederhana ini. Tentang Saya silahkan lihat di page profil. Silahkan mengutip atau meng-copy paste tulisan dari blog saya, tapi cantumkan blog saya ini sebagai referensi/sumber. Semoga bermanfaat.

Diskusi

21 thoughts on “Contoh Pengisian / Pembuatan Faktur Pajak tahun 2012

  1. wahhh sangat bermanfatt sekali.
    terimakasih atas ilmunya ya

    Posted by tifa | November 21, 2012, 10:39
  2. ternyata pajak lumayan bikin pnasaran.. makasi infonya,,bermanfaat bangett

    Posted by Wika Mullyaa | Januari 14, 2013, 16:45
  3. ok banget tentang berbagi untuk wajib pajak , tak lupa atas infonya terima kasih PAK Adrian

    Posted by wandi | Maret 5, 2013, 11:18
  4. Jika dalam sehari ada 2 transaksi pembelian, apakah boleh Pembuatan Faktur dijadikan 1 lembar????

    Posted by Dian Novianti | Maret 24, 2013, 21:08
  5. Tksh pak Adrian, ini membantu sekali bg kami yg baru mulai bayar pajak sendiri.

    Posted by Heri | Maret 25, 2013, 14:53
  6. INI YANG AKU CARI THANKS BANGET PAK

    Posted by andi | Mei 14, 2013, 12:00
  7. sebelum saya mendapat no faktur pajak..saya diperbolehkan menggunakan faktur dengan no kami sendiri , karena ketidak tahuan kami, maka kami hanya memakai nomor tanpa nomor tahun. mohon dijelaskan apakkah faktur kami ini syah atau tidak

    Posted by rere | Mei 21, 2013, 14:24
  8. makasih banget pak saya merasa terbantu banget atas infonya

    Posted by dani | Juni 8, 2013, 13:03
  9. sangat membantu buat kita yg baru dalam masalah pembuatan faktur pajak…artikel anda cukup jelas dalam menerangkan……..salut Bung.

    Posted by Ferrysutan | Juni 13, 2013, 23:55
  10. tenkyu bangeeetttt mas infonyaaaa…bermanfaat bangett

    Posted by Chika | Juni 24, 2013, 17:20
  11. jika nomor pajak kurang jelas, lalu saya tebalkan dengan pulpen apakah tidak apa apa ?

    Posted by Irwan | Agustus 21, 2013, 20:02
  12. Pak Andrian, jika harga yg diberikan kepada customer adalah harga bersih/net termasuk pajak semisal 10 juta berapakan yag ditulis di dalam kolom nama barang/jasa kena pajak dan harga jual/penggantian/uang muka?termijn?
    terima kasih.

    Posted by Agung | November 14, 2013, 12:05
  13. thx info nya y pak

    Posted by Mc Fitri | November 16, 2013, 21:54
  14. Apakah jika tidak menampilkan quantitas item dan harga satuan merupakan faktur pajak cacat?
    Terima Kasih

    Posted by Setiawati | November 25, 2013, 10:20
  15. Makasih banget atas ilmu yg berharga ini ,saya jadi mulai mengerti dan makin penasaran.

    Posted by Kemuning Sagita | Desember 10, 2013, 09:56
  16. terima kasih pa atas info yang sangat bermanfaat… kalo di faktur tulis tangan atau di ketik pa ? ?

    Posted by Ferdhi Artanto | Desember 19, 2013, 09:07
  17. Terima kasih Pa Adriansyah.. bermanfaat sekali..

    Posted by Ely Rahmawati | Januari 24, 2014, 15:35
  18. cara downloads aplikasi faktur pajak di atas gimana?

    Posted by puspita | Januari 27, 2014, 23:07
  19. cfa yang tau cara pembuatan faktur

    Posted by M.Rizali alamsyah | September 8, 2014, 19:47
  20. Maaf untuk pengisian nomor seri faktur di atas sudah tdk berlaku lagi sekarang.. silahkan up date peraturan pajak terbaru, thanks

    Posted by adriansyahnantu | September 17, 2014, 09:47

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 6 pengikut lainnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: